Pengertian Puasa, Hukum, dan Syaratnya Menurut Islam

Pengertian Puasa, Hukum, dan Syaratnya Menurut Islam

 

Seperti yang telah diketahui oleh seluruh umat Islam bahwa puasa adalah salah satu rukun Islam. Pengertian puasa sendiri menurut bahasa adalah proses menahan untuk tidak memakan sesuatu selama kurun waktu tertentu. Sedangkan menurut Islam dalam hal puasa untuk ibadah memiliki pengertian yaitu menahan diri dari segala nafsu baik makan, minum dan nafsu lain yang membatalkan puasa dan pahala puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa dalam Islam memiliki aturan waktu tersendiri yang membedakan hukumnya. Ada puasa yang memiliki hukum wajib, sunnah dan juga haram.

Hukum puasa terbagi menjadi 3 sesuai dengan jenis puasanya. Berikut ini adalah beberapa jenis puasa berdasarkan hukum pelaksanaannya:

Artikel Terkait: Ini Dia Jenis Buah yang Bagus Dikonsumsi Waktu Berbuka Puasa

  • Puasa yang wajib hukumnya:
    • Puasa Ramadhan.
    • Puasa karena nazar.
    • Puasa karena denda atau kifarat.
  • Puasa yang sunnah hukumnya:
    • Puasa diawal bulan syawal 6 hari berturut-turut dimulai setelah hari ke 2 Idul Fitri.
    • Puasa arafah di tanggal 9 dzulhijah bagi yang tidak melaksanakan haji.
    • Puasa hari Senin dan kamis.
    • Puasa seperti nabi Daud (sehari puasa, sehari tidak).
    • Puasa Nifsyu Syaban.
  • Puasa yang haram hukumnya:
    • Puasa di hari raya Idul Fitri.
    • Puasa di hari raya Idul Adha.
    • Puasa di hari tasrik 11 – 13 dzulhijah.

Hukum-hukum puasa tersebut diberikan kepada umat Islam yang telah sah memenuhi syarat berpuasa. Adapun syarat sah puasa adalah:

  1. Baliq atau sudah berusia dewasa.
  2. Berakal sehat atau tidak memiliki gangguan kejiwaan.
  3. Memiliki kemampuan untuk melakukannya (tidak sedang sakit atau berada dalam keadaan yang memperbolehkan tidak wajib puasa).

Pengertian puasa menurut Islam bukan hanya menahan lapar dan dahaga dengan cara tidak makan dan minum saja melainkan dari segala bentuk nafsu atau hal negatif yang bisa menghapus pahala puasa. Banyak yang berpuasa dengan menahan lapar dan haus namun mereka tidak mendapatkan pahala puasa karena melakukan banyak hal negatif sembari berpuasa. Misalnya orang tersebut berpuasa namun tidak berhenti berbohong, masing menggunjing, mencuri atau berbuat maksiat lainnya. Bisa saja puasnya tidak batal namun pahalanyalah yang batal karena hakekat puasa sebenarnya adalah menjauhkan manusia dari nafsu yang dilarang agama.

Artikel Terkait: Tips Agar Tetap Segar dan Sehat Saat Puasa di Bulan Ramadhan

Karena hal itulah puasa sering disebut sebagai ibadah yang hanya diketahui Allah SWT saja. Bisa saja orang tersebut terlihat berpuasa namun di dalam hatinya banyak mengandung penyakit hati seperti dendam atau iri kepada umat Islam lainnya. Bisa juga diam-diam ia makan minum meski tidak tampak oleh orang lain. Namun pastinya Allah SWT Maha Tau dan Maha Memperhitungkan Segala Sesuatu sehingga tidak ada yang tidak diketahuinya. Untuk puasa di bulan Ramadhan sendiri memiliki hukum wajib bagi seluruh umat Islam yang telah memenuhi syarat dan dilakukan di waktu yang telah ditetapkan sehingga lebih mudah dilakukan dari pada puasa yang hanya dilakukan seorang diri.

Dari pengertian puasa di atas, bisa diartikan bahwa puasa bisa menjadi ladang aman dan pahala yang besar karena memiliki hukum yang jelas dan dimuat di dalam kitab suci Al Qur’an. Selain melakukan puasa dengan menahan lapar dan haus, masih banyak hal-hal sunnah lainnya yang mengiringi ibadah puasa yang juga bisa mendatangkan pahala seperti berdoa, sholat berjama’ah, membaca Al Qur’an dan sebagainya. Lakukanlah puasa secara rutin baik di bulan Ramadhan dan di puasa sunnah lainnya karena puasa mendatangkan banyak manfaat baik lahir maupun bathin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*